GBP/JPY Cetak Kenaikan Ringan Di Atas 134,00 Di Tengah Sentimen Perdagangan Optimis
- GBP/JPY menentang penurunan hari sebelumnya sambil berbalik dari 134,05.
- Irlandia mengharapkan kesepakatan Brexit pada bulan Oktober, Merkel Jerman cenderung membantu.
- Tiongkok menyerang Inggris atas larangan Huawei, Rusia tidak menyukai sanksi Inggris independen pertama untuk pelanggaran hak asasi manusia.
- Bailey BOE menunda pertemuan dengan pembuat kebijakan Tory karena Kanselir Inggris Sunak siap untuk melangkah maju dalam memerangi virus corona.
GBP/JPY turun dari tertinggi intraday dari 134,32 ke 134,18, naik 0,08% pada hari ini, selama Selasa pagi di Asia. Harga baru-baru ini mendapatkan momentum naik setelah sentimen pasar melanjutkan pergarakan positif hari sebelumnya. Meski begitu, kekhawatiran wabah virus corona (COVID-19) dan pembicaraan Brexit, tidak melupakan perjuangan global melawan Tiongkok, tetap membuat optimisme tetap terbatas.
Dengan tidak adanya kasus virus baru dari Beijing, pertama kalinya sejak 11 Juni, pasar global meningkatkan mood risk-on sebelumnya. Juga yang mendukung lingkungan perdagangan yang optimis bisa jadi adalah harapan stimulus lebih lanjut dari Kanselir Inggris Rishi Sunak selama pidatonya hari Rabu. Selain itu, berita Global Times (GT) melaporkan bahwa vaksin Tiongkok akan dilakukan percobaan ketiga di Brasil juga mendukung pembeli.
Sebaliknya, data pandemi AS menunjukkan kenaikan harian 2,0% pada hari Senin versus rata-rata tujuh hari 1,8%. Lebih jauh, sanksi Inggris terhadap diplomat besar Rusia dan Arab Saudi atas pelanggaran hak asasi manusia mendapat tanggapan pahit dari Moskow sedangkan Tiongkok mengkritik PM Inggris Boris Johnson atas larangan Huawei. Selain itu, pergolakan perdagangan UE-AS dan ketegangan Tiongkok-Amerika merupaka beberapa poin tambahan yang menahan momentum risk on saat ini.
Sementara yang menggambarkan suasana hati, Imbal hasil Treasury 10-tahun naik turun sekitar 0,68% tetapi Kontrak S&P 500 naik 0,20% menjadi 3.179. Selanjutnya, Nikkei 225 Jepang turun 0,33% menjadi 22.640 karena angka virus dari Tokyo naik di atas 100, menjadi 106, untuk hari kelima berturut-turut.
Ke depan, pembicaraan Brexit antara Uni Eropa (UE) dan diplomat Inggris di London menjadi kunci untuk diawasi menyusul perundingan yang tiba-tiba berakhir di Brussels pada minggu lalu. Meskipun pembuat kebijakan Irlandia Simon Coveney menyarankan kesepakatan perdagangan pada bulan Oktober, UK Express bergantung pada surat kabar Jerman Augsburger Allgemeine untuk mengklaim bahwa pandangan seperti itu adalah "kesalahpahaman" dan memperingatkan negara itu tidak akan menjadi titik lemah Uni Eropa.
Selain berita utama Brexit, pembacaan awal Leading Economic Index Jepang bulan Mei, diperkirakan 73,2 berbanding 77,7 sebelumnya, dapat menghibur para pedagang. Perlu disebutkan bahwa pembaruan virus dan berita geopolitik juga akan menjadi kunci untuk dipantau.
Analisis teknis
Terobosan yang jelas dari level SMA 100-hari dekat 134,20 akan perlu divalidasi oleh puncak hari Kamis di 134,70 untuk konfirmasi kenaikan lebih lanjut.