USD/JPY Rebound Di Atas 107,50 Ketika Wall Street Mendapatkan Traksi

  • Indeks ekuitas utama dalam perdagangan AS di wilayah positif.
  • Indeks Dolar AS naik di atas 100 di sesi Amerika.
  • Klaim Pengangguran Awal di AS melonjak ke rekor tertinggi baru di atas 6 juta.

Pasangan USD/JPY turun ke terendah baru harian 107,03 di jam-jam awal sesi perdagangan Amerika saat reaksi awal terhadap data Klaim Pengangguran mingguan dari AS. Namun, indeks utama Wall Street diperdagangkan di wilayah positif dan Indeks Dolar AS naik melampaui 100, pasangan ini melakukan rebound yang signifikan. Pada saat penulisan, pasangan ini naik 0,35% hari ini di 107,53.

DXY naik di atas 100

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa ada 6.648.000 permohonan untuk asuransi pengangguran selama pekan yang berakhir pada 28 Maret. Meskipun indeks ekuitas utama di AS turun tajam dan turun sebanyak 1% setelah bel pembukaan untuk mencerminkan suasana pasar suram, dampak negatif dari pembacaan ini pada sentimen pasar tetap berumur pendek.

Mengomentari data, “perhatikan bahwa ini adalah angka penyesuaian musiman; tanpa penyesuaian, klaim mencapai 5,82 juta," kata Jennifer Lee, Ekonomi Senior di BMO Capital Markets." Ini adalah laporan brutal dan menetapkan nada seberapa buruk gambaran ketenagakerjaan nantinya. Tingkat pengangguran dua digit ada di sini."

Selain itu, greenback terus mengumpulkan kekuatan vs para pesaingnya dengan Indeks Dolar AS (DXY) merebut kembali 100 dan membantu pasangan ini memperpanjang rebound. Saat ini, DXY naik 0,55% hari ini di 100,05.

Level-level teknis yang harus diperhatikan

 

Analisis Harga Emas: XAU/USD Memantul Dan Menantang $1615/oz

Emas sedang mengkonsolidasikan pergerakan bull yang berasal dari terendah 2020 sambil diperdagangkan di atas MA harian (simple moving average harian)
Read more Previous

Kaplan, Fed: Pengangguran Bisa Mencapai 8% Di Akhir Tahun

Tingkat pengangguran di AS dapat mencapai 8% pada akhir tahun dan akan memakan waktu untuk menurunkannya, kata Presiden Fed Dallas Robert Kaplan kepad
Read more Next