GBP/JPY Turun Ke 152,00, Terendah Sejak Pertengahan Januari

GBP/JPY memperpanjang kemunduran minggu lalu dari 156,00, tertinggi baru pasca Brexit dan sekarang turun ke level terendah sejak pertengahan Januari.

Kombinasi faktor-faktor terus memberi tekanan ke bawah untuk sesi keempat berturut-turut pada hari ini. Pound Inggris terbebani krisis kepemimpinan lainnya, di mana Tories diyakini siap untuk menandatangani surat yang menuntut mosi tidak percaya pada otoritas PM Inggris Theresa May.

Ditambah, gelombang baru perdagangan penghindaran risiko global, seperti yang digambarkan oleh lautan merah di bursa ekuitas, terlihat mendukung daya tarik safe haven Yen Jepang dan selanjutnya berkolaborasi dengan penurunan pasangan ini sepanjang awal sesi Eropa.

Spot kini telah terkikis sekitar 400 pips selama empat sesi perdagangan terakhir, dengan bears mengincar penembusan di bawah 152,00 untuk tambahan depresiasi jangka pendek tanpa adanya rilis data ekonomi utama.

Level-level teknis yang diamati

Penembusan yang meyakinkan di bawah level yang tadi disebutkan mungkin akan memperparah tekanan jual dan mempercepat penurunan menuju support menengah 151,70-65 kemudian level 151,15 dan angka bulat 151,00.

Di sisi lain, setiap usaha pemulihan mungkin akan menghadapi penawaran jual baru di dekat wilayah 152,50-55, yang jika dibersihkan dapat memicu pemantulan short-covering menuju level 153,00 di depan pertengahan 153.

AUD/USD Kini Amati 0,8002 - Commerzbank

Menurut Karen Jones, Kepala Analisis Teknis FICC di Commerzbank, Dolar Aussie sekarang bisa mengalihkan perhatiannya ke area 0,8000. Kutipan Utama "
Mehr darüber lesen Previous

Pemerintah Jerman Menaikkan Perkiraan Inflasi 2018 Menjadi 1,7% vs 1,6% Sebelumnya

Reuters melaporkan sebelumnya bahwa pemerintah Jerman menaikkan perkiraan inflasi 2018 menjadi 1,7% versus 1,6% yang diprediksi pada perkiraan sebelum
Mehr darüber lesen Next