12 Jan 2018
WTI Turun Di Balik Melemahnya Pemintaan Minyak China, Profit Taking
FXStreet - WTI (minyak futures di NYMEX) menjauh dari puncak multi-tahun, namun tetap berada di jalur untuk mencetak kenaikan mingguan keempat berturut-turut, karena bulls menunggu IHK dan laporan aktivitas pengeboran AS untuk dorongan lebih tinggi berikutnya.
WTI: Apakah akan mendapatkan kembali $64?
WTI menghentikan kenaikan baru-baru ini dan turun tajam menuju ambang batas $63, sebelum sedikit pulih untuk saat ini berkonsolidasi dekat pertengahan 63an. Bulls mengambil nafas, karena pasar mulai percaya bahwa rally bisa jadi berlebihan.
Selain itu, melemahnya permintaan minyak China, sebagaimana tercermin dari data impor minyak mentah China, juga ditambahkan ke penurunan harga dari level-level tertinggi yang terlihat sejak Desember 2014. Impor minyak mentah China pada bulan Desember turun menjadi 33,7 juta ton atau 7,97 juta barel per hari, dibandingkan dengan 37,04 juta ton pada bulan November, data bea cukai menunjukkan hari ini.
Namun, sentimen tetap didukung di tengah ekspektasi pasar lebih ketat tahun ini, sementara penurunan yang terus berlanjut dalam dolar AS vs mata uang utama lainnya juga membuat nada positif tetap utuh di seputar minyak yang sensitif pada USD.
Di hari ke depan, data rig dan inflasi AS akan diawasi ketat untuk pergerakan dalam emas hitam. Pada saat penulisan, WTI turun -0,56% ke $63,44 sementara Brent diperdagangkan datar di $69,17.
Level-Level Teknis WTI
Resisten berada di level $64 (angka bulat) di depan $64,75 (tertinggi 3 tahun) dan $65 (level psikologis). Untuk sisi bawah, support berada di $63,19/12 (terendah harian/MA 5-hari), $62,50 (level psikologis) dan $62,27 (MA 10-hari).
WTI: Apakah akan mendapatkan kembali $64?
WTI menghentikan kenaikan baru-baru ini dan turun tajam menuju ambang batas $63, sebelum sedikit pulih untuk saat ini berkonsolidasi dekat pertengahan 63an. Bulls mengambil nafas, karena pasar mulai percaya bahwa rally bisa jadi berlebihan.
Selain itu, melemahnya permintaan minyak China, sebagaimana tercermin dari data impor minyak mentah China, juga ditambahkan ke penurunan harga dari level-level tertinggi yang terlihat sejak Desember 2014. Impor minyak mentah China pada bulan Desember turun menjadi 33,7 juta ton atau 7,97 juta barel per hari, dibandingkan dengan 37,04 juta ton pada bulan November, data bea cukai menunjukkan hari ini.
Namun, sentimen tetap didukung di tengah ekspektasi pasar lebih ketat tahun ini, sementara penurunan yang terus berlanjut dalam dolar AS vs mata uang utama lainnya juga membuat nada positif tetap utuh di seputar minyak yang sensitif pada USD.
Di hari ke depan, data rig dan inflasi AS akan diawasi ketat untuk pergerakan dalam emas hitam. Pada saat penulisan, WTI turun -0,56% ke $63,44 sementara Brent diperdagangkan datar di $69,17.
Level-Level Teknis WTI
Resisten berada di level $64 (angka bulat) di depan $64,75 (tertinggi 3 tahun) dan $65 (level psikologis). Untuk sisi bawah, support berada di $63,19/12 (terendah harian/MA 5-hari), $62,50 (level psikologis) dan $62,27 (MA 10-hari).