13 Sep 2017
Harga Minyak Bervariasi Karena Kenaikan Stok AS dan OPEC Melihat Permintaan Lebih Tinggi
FXStreet - Tolok ukur minyak diperdagangkan bervariasi di Asia dengan sisi bawah dibatasi oleh komentar bullish dari OPEC.
Pada saat penulisan, Brent diperdagangkan 0,20% lebih rendah hari ini di $54,16. Minyak WTI diperdagangkan flat di $48,23.
Organization of Petroleum Export Countries (OPEC) pada hari Selasa memperkirakan permintaan minyak lebih tinggi pada 2018 dan menunjuk ke tanda-tanda pasar global yang lebih ketat.
Ada cukup bukti bahwa kesepakatan pemangkasan minyak menghasilkan dampak yang diinginkan di pasar. Struktur Brent forward mundur ke belakang, yang merupakan kabar baik bagi bulls minyak.
Namun, kenaikan sulit didapat karena investor masih takut penurunan besar dalam permintaan minyak akibat badai Harvey dan Irma. Laporan Goldman Sachs mengatakan permintaan minyak bisa turun sekitar 900K barel per hari bulan ini.
Lebih lanjut, data American Petroleum Institute (API) yang dirilis kemarin menunjukkan persediaan minyak mentah naik sebesar 6,2 juta barel pada pekan ke 8 September ke 468,8 juta, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 3,2 juta barel. Laporan Energy Information Administration (EIA) Departemen Energi AS tentang stok dan kilang akan dirilis nanti.
Pada saat penulisan, Brent diperdagangkan 0,20% lebih rendah hari ini di $54,16. Minyak WTI diperdagangkan flat di $48,23.
Organization of Petroleum Export Countries (OPEC) pada hari Selasa memperkirakan permintaan minyak lebih tinggi pada 2018 dan menunjuk ke tanda-tanda pasar global yang lebih ketat.
Ada cukup bukti bahwa kesepakatan pemangkasan minyak menghasilkan dampak yang diinginkan di pasar. Struktur Brent forward mundur ke belakang, yang merupakan kabar baik bagi bulls minyak.
Namun, kenaikan sulit didapat karena investor masih takut penurunan besar dalam permintaan minyak akibat badai Harvey dan Irma. Laporan Goldman Sachs mengatakan permintaan minyak bisa turun sekitar 900K barel per hari bulan ini.
Lebih lanjut, data American Petroleum Institute (API) yang dirilis kemarin menunjukkan persediaan minyak mentah naik sebesar 6,2 juta barel pada pekan ke 8 September ke 468,8 juta, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 3,2 juta barel. Laporan Energy Information Administration (EIA) Departemen Energi AS tentang stok dan kilang akan dirilis nanti.