11 Feb 2016
Nikkei Futures Turun Lebih Dari 1%
FXStreet - Nikkei 225 futures untuk kontrak Maret turun 1,02% ketika USD/JPY terus sell-off secara agresif, dengan tidak ada tanda-tanda intervensi oleh BoJ, dan dengan pasar Jepang ditutup pada hari libur umum.
Penurunan dalam futures menyusul penurunan -2,3% di indeks Nikkei 225 di Tokyo selama Rabu, karena lingkungan risk-off memburuk di tengah kekhawatiran perusahaan-perusahaan minyak energi akan bangkrut, perlambatan ekonomi China dan lembaga keuangan terekspos hutang buruk terkait energi. Selain itu, pembatalan posisi beli USD di tengah kemungkinan kenaikan suku bunga di AS lebih rendah juga menyebabkan keprihatinan serius, dengan pelemahan USD berbasis luas masih ada.
Seperti dilaporkan dalam artikel Financial Times: "Kepala broker terbesar di Jepang (Nomura) yakin pasar ekuitas negara yang babak belur akan rebound setelah sovereign wealth fund yang tergantung pada minyak kehabisan stocks untuk dijual."
FT menambahkan: "Koji Nagai, chief executive Nomura, mengatakan saham Jepang telah menjadi sasaran SWF (sovereign wealth fund) Timur Tengah, yang telah berada di bawah tekanan dari turunnya harga minyak mentah, karena likuiditas melimpah di pasar. Ketika mereka berhenti menjual, investor dapat mengharapkan rebound tajam."
Penurunan dalam futures menyusul penurunan -2,3% di indeks Nikkei 225 di Tokyo selama Rabu, karena lingkungan risk-off memburuk di tengah kekhawatiran perusahaan-perusahaan minyak energi akan bangkrut, perlambatan ekonomi China dan lembaga keuangan terekspos hutang buruk terkait energi. Selain itu, pembatalan posisi beli USD di tengah kemungkinan kenaikan suku bunga di AS lebih rendah juga menyebabkan keprihatinan serius, dengan pelemahan USD berbasis luas masih ada.
Seperti dilaporkan dalam artikel Financial Times: "Kepala broker terbesar di Jepang (Nomura) yakin pasar ekuitas negara yang babak belur akan rebound setelah sovereign wealth fund yang tergantung pada minyak kehabisan stocks untuk dijual."
FT menambahkan: "Koji Nagai, chief executive Nomura, mengatakan saham Jepang telah menjadi sasaran SWF (sovereign wealth fund) Timur Tengah, yang telah berada di bawah tekanan dari turunnya harga minyak mentah, karena likuiditas melimpah di pasar. Ketika mereka berhenti menjual, investor dapat mengharapkan rebound tajam."