10 Feb 2016
Minyak Memantul Menjelang Laporan OPEC & EIA
FXStreet - Setelah mencatat penurunan curam hari sebelumnya, benchmark minyak di kedua sisi Atlantik pulih kuat pada profit taking menjelang penting prospek laporan bulanan OPEC.
Laporan OPEC dan EIA dalam fokus
Saat ini kedua benchmark minyak mentah mengoreksi dari puncak harian, WTI naik 1,74% ke 28,48 dan minyak Brent naik 1,73% ke 30,84. Emas hitam mencoba sedikit pulih di sesi ini setelah komentar Menteri Perminyakan Iran menghidupkan kembali bull di pasar minyak yang lesu.
Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh mengatakan pada hari Rabu, "Kami mendukung segala bentuk dialog dan kerja sama dengan negara-negara anggota OPEC termasuk Arab Saudi."
Selain itu, harga juga rebound akibat reli short-covering setelah penurunan baru-baru ini, karena pasar tetap waspada menjelang laporan bulanan data stok OPEC dan EIA. Pada hari Selasa, kedua benchmark minyak mentah mengalami penurunan tajam, dengan WTI ditutup hampir 6% lebih rendah, sementara Brent turun sekitar 8%.
Sementara itu, pasar tampaknya mengabaikan laporan API yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS naik 2,4 juta barel selama seminggu sampai Februari.
Pasar juga menunggu kesaksian Ketua Fed Yellen hari ini, yang mungkin memiliki pengaruh besar pada gerakan USD dan karenanya, berdampak pada minyak dalam Dolar AS.
Laporan OPEC dan EIA dalam fokus
Saat ini kedua benchmark minyak mentah mengoreksi dari puncak harian, WTI naik 1,74% ke 28,48 dan minyak Brent naik 1,73% ke 30,84. Emas hitam mencoba sedikit pulih di sesi ini setelah komentar Menteri Perminyakan Iran menghidupkan kembali bull di pasar minyak yang lesu.
Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh mengatakan pada hari Rabu, "Kami mendukung segala bentuk dialog dan kerja sama dengan negara-negara anggota OPEC termasuk Arab Saudi."
Selain itu, harga juga rebound akibat reli short-covering setelah penurunan baru-baru ini, karena pasar tetap waspada menjelang laporan bulanan data stok OPEC dan EIA. Pada hari Selasa, kedua benchmark minyak mentah mengalami penurunan tajam, dengan WTI ditutup hampir 6% lebih rendah, sementara Brent turun sekitar 8%.
Sementara itu, pasar tampaknya mengabaikan laporan API yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS naik 2,4 juta barel selama seminggu sampai Februari.
Pasar juga menunggu kesaksian Ketua Fed Yellen hari ini, yang mungkin memiliki pengaruh besar pada gerakan USD dan karenanya, berdampak pada minyak dalam Dolar AS.