Emas Antam 24 Agustus Rp2.750.000, Lebih Tinggi Rp25.000 dari Jumat lalu

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.750.000 yang lebih tinggi Rp25.000 dibandingkan harga Jumat lalu di Rp2.725.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Sementara itu, Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.425.000 dan 1 kg di Rp2.690.600.000.

Kenaikan harga yang disebutkan di atas menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup naik 1,90% di US$4.604 per troy ons Jumat lalu. Emas melanjutkan kenaikan lebih dari 4% yang tercatat Rabu lalu sekaligus mencatatkan penutupan tertinggi sejak 18 Mei 2026.

Kalender ekonomi AS hari ini praktis tidak menawarkan data dan peristiwa yang dapat menjadi penggerak harga Emas dalam jangka pendek. Perhatian utama akan tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam acara Simpositum Jackson Hole pada pekan ini untuk mencari petunjuk kebijakan bank sentral ke depan yang dapat memengaruhi Dolar AS yang pada akhirnya berdampak pada harga Emas

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Harga Emas Mendapatkan Momentum di Atas $4.600 karena Rencana Pembelian Kembali Treasury AS

Harga emas (XAU/USD) mendapatkan traksi ke sekitar US$4.625 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Logam mulia ini naik ke level tertinggi sejak 15 Mei karena rencana dukungan pembelian kembali Treasury AS membebani Dolar AS (USD).
了解更多 Previous

Penjual Dolar Kanada tampak ragu-ragu karena USD yang lemah mengimbangi perang dagang AS-Kanada

Pasangan mata uang USD/CAD berusaha keras untuk memanfaatkan pembukaan gap bullish pada hari Senin, meskipun tetap mempertahankan bias positif dalam perdagangan harian di tengah kekhawatiran terhadap semakin dalamnya perang dagang AS-Kanada
了解更多 Next