Dolar Selandia Baru rebound tetapi kenaikan masih terbatas karena Dolar AS tetap didukung

  • NZD/USD rebound tipis pada hari Jumat setelah jatuh ke level terendah dalam lebih dari sepekan.
  • Inflasi Selandia Baru yang kuat mendukung ekspektasi pengetatan lebih lanjut oleh Reserve Bank of New Zealand.
  • Ketegangan geopolitik dan data ekonomi AS yang tangguh terus mendukung Dolar AS menjelang pertemuan The Fed pekan depan.

NZD/USD diperdagangkan di sekitar 0,5790 pada hari Jumat saat penulisan, naik 0,27% pada hari ini karena pasangan mata uang ini pulih dari level terendah satu setengah pekan, meskipun momentum bullish tetap terbatas oleh kekuatan mendasar Dolar AS (USD).

Greenback terus mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) melakukan gelombang serangan militer lainnya terhadap Iran, sementara Iran dan sekutunya membalas dengan serangan yang menargetkan aset militer terkait AS di seluruh kawasan. Serangan tambahan terhadap jalur pelayaran di Laut Merah dan penutupan Selat Hormuz telah meningkatkan kekhawatiran atas gangguan pasokan Minyak global, mendorong harga energi lebih tinggi dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi.

Prospek inflasi yang lebih tinggi akibat energi memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan kebijakan moneter yang restriktif lebih lama dan berpotensi memberikan kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun. Data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal pada hari Kamis, yang turun ke 187 Ribu dan jauh melampaui ekspektasi, juga menyoroti ketahanan pasar tenaga kerja AS yang berkelanjutan, memberikan dukungan lebih lanjut kepada Dolar AS.

Pada saat yang sama, Dolar Selandia Baru (NZD) mendapat dukungan setelah data inflasi yang lebih kuat dari prakiraan memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan terus mengetatkan kebijakan moneter, dengan pasar masih memprakirakan kenaikan suku bunga lagi pada pertemuan bulan September.

Ke depan, para investor akan fokus pada data pendahuluan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) S&P Global dari Amerika Serikat pada hari Jumat nanti. Selain angka utama, para pedagang akan memantau dengan cermat sentimen bisnis dan komponen harga input untuk petunjuk baru mengenai tekanan inflasi menjelang pertemuan kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan, sementara NZD/USD kemungkinan besar akan tetap digerakkan terutama oleh sentimen Dolar AS yang lebih luas.

Harga Dolar Selandia Baru Hari Ini

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Dolar Selandia Baru (NZD) terhadap mata uang utama yang terdaftar hari ini. Dolar Selandia Baru adalah yang terkuat melawan Dolar AS.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD -0.09% -0.05% -0.03% -0.04% -0.33% -0.25% 0.00%
EUR 0.09% -0.00% 0.00% -0.00% -0.30% -0.24% 0.04%
GBP 0.05% 0.00% 0.02% 0.00% -0.28% -0.21% 0.05%
JPY 0.03% 0.00% -0.02% 0.00% -0.30% -0.23% 0.02%
CAD 0.04% 0.00% -0.00% -0.00% -0.30% -0.24% 0.03%
AUD 0.33% 0.30% 0.28% 0.30% 0.30% 0.08% 0.32%
NZD 0.25% 0.24% 0.21% 0.23% 0.24% -0.08% 0.25%
CHF -0.00% -0.04% -0.05% -0.02% -0.03% -0.32% -0.25%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar Selandia Baru dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Dolar AS, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili NZD (dasar)/USD (pembanding).

“Masih Melihat Probabilitas Kenaikan Suku Bunga Lebih Tinggi daripada Menahan”: Simkus, ECB, Menunjukkan Bias Hawkish pada Suku Bunga

Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) dan kepala bank sentral Lithuania, Gediminas Simkus, mengatakan selama perdagangan sesi Eropa pada hari Jumat bahwa peluang kenaikan suku bunga dalam jangka dekat lebih tinggi daripada mempertahankan status quo.
আরও পড়ুন Previous

Bank Sentral Eropa: Kenaikan suku bunga September dinilai sangat mungkin – Deutsche Bank

Para ahli strategi Deutsche Bank mencatat bahwa Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mempertahankan suku bunga deposito di 2,25%, sementara komunikasinya terus membuka peluang untuk pengetatan lebih lanjut.
আরও পড়ুন Next