Harga CPO Tertahan setelah Rally, Pasar Menimbang Sinyal Damai Iran-AS dan Dorongan Biodiesel

  • Harga CPO mulai kehilangan tenaga setelah rally kuat, seiring harga minyak terkoreksi oleh harapan de-eskalasi Iran-AS.
  • Sentimen jangka menengah masih ditopang prospek biodiesel, termasuk rencana Indonesia menaikkan mandat ke B50 dan Malaysia ke B15.
  • Pasar juga menunggu data stok MPOB pekan depan untuk membaca keseimbangan pasokan dan permintaan.

Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mulai tertahan setelah rally kuat sejak akhir Februari hingga awal April, ketika lonjakan harga energi dan risiko pasokan akibat konflik Iran-AS ikut memperbesar ekspektasi permintaan biodiesel. Pada saat berita ini ditulis, kontrak berjangka CPO Mei 2026 turun 0,29% atau 13 poin ke RM4.514 per ton, setelah sempat menyentuh RM4.530. Kontrak Juni 2026 melemah 0,44% ke RM4.527 per ton, sementara kontrak Juli 2026 terkoreksi 0,44% ke RM4.559 per ton dari level tertinggi harian RM4.615. Reuters mencatat harga CPO sempat naik sekitar 10% dari rata-rata kuartal I di RM4.115 per ton, terbantu risiko pasokan dan konflik Iran-AS.

Biodiesel Masih Menjadi Penopang

Meski momentum jangka pendek mulai mendingin, prospek biodiesel masih menjadi katalis penting. Reuters melaporkan analis Dorab Mistry memprakirakan harga CPO Malaysia berpotensi naik ke RM5.200 per ton pada pertengahan Juli, ditopang peningkatan permintaan biodiesel di tengah krisis energi global. Indonesia disebut bersiap menaikkan mandat biodiesel dari B40 ke B50 mulai 1 Juli, sementara Malaysia akan menjalankan mandat B15 pada Juni, sehingga kebutuhan minyak sawit untuk energi berpotensi meningkat.

Risiko Geopolitik dan Minyak Jadi Penentu Arah

Dari sisi eksternal, pasar masih menimbang perkembangan Iran-AS. Sinyal de-eskalasi sempat menekan harga minyak global, dengan Brent berada di sekitar US$101 per barel dan WTI dekat US$95 per barel. Penurunan minyak dapat mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel, meski koreksi cenderung tertahan selama risiko pasokan dan permintaan energi nabati masih kuat. Dengan kata lain, pasar tidak lagi hanya membaca CPO sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai bagian dari rantai energi.

Indonesia: Harga Referensi Naik, Bea Keluar Ikut Bertambah

Dari dalam negeri, harga referensi CPO Indonesia untuk Mei 2026 ditetapkan sebesar US$1.049,58 per ton, naik 6,06% dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini membuat bea keluar CPO meningkat menjadi US$178 per ton, sementara pungutan ekspor ditetapkan 12,5% dari harga referensi. Kenaikan harga referensi disebut dipengaruhi permintaan yang meningkat, produksi yang turun akibat libur Idulfitri, serta kenaikan harga minyak mentah karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Fokus Pasar Beralih ke Data Stok MPOB

Fokus berikutnya tertuju pada data bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang akan dirilis 11 Mei. Data ini penting untuk melihat apakah kenaikan produksi mulai menambah stok, atau justru permintaan ekspor dan biodiesel masih cukup kuat untuk menjaga pasar tetap ketat. Selama stok tidak naik tajam, koreksi harga CPO berpotensi tetap terbatas.

Pertanyaan Umum Seputar Minyak Mentah Brent

Minyak Mentah Brent adalah jenis minyak mentah yang ditemukan di Laut Utara yang digunakan sebagai patokan untuk harga minyak internasional. Minyak ini dianggap 'ringan' dan 'manis' karena gravitasinya yang tinggi dan kandungan sulfurnya yang rendah, sehingga lebih mudah dimurnikan menjadi bensin dan produk bernilai tinggi lainnya. Minyak Mentah Brent berfungsi sebagai harga referensi untuk sekitar dua pertiga dari pasokan minyak yang diperdagangkan secara internasional di dunia. Popularitasnya bergantung pada ketersediaan dan stabilitasnya: wilayah Laut Utara memiliki infrastruktur yang mapan untuk produksi dan transportasi Minyak, yang menjamin pasokan yang andal dan konsisten.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga Minyak Mentah Brent. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga Minyak Mentah Brent, karena Minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat Minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota dalam pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak mentah Brent. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ merujuk pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.


Prakiraan Harga NZD/USD: Berkonsolidasi di bawah puncak dua bulan; penembusan di atas 0,5925 menguntungkan para pembeli

Pasangan mata uang NZD/USD berayun antara kenaikan kecil/kerugian minor dan bertahan di atas pertengahan 0,5900-an sepanjang awal sesi Eropa pada hari Kamis
Devamını oku Previous

Riksbank Interest Rate Decision Sweden sesuai Prakiraan 1.75%

Riksbank Interest Rate Decision Sweden sesuai Prakiraan 1.75%
Devamını oku Next